Sabtu, 04 Januari 2014

Percobaan Fisika Asyik: Roket Kantung Teh

Sahabat penasaran kan mengapa disini saya sebut roket kantung teh? Karena bahan yang digunakannya memang cukup kantung teh. Pembuatan roket ini sangat sederhana, dan roket dapat meluncur sekitar 5-10 meter ke atas. Yuk langsung kita coba.

Alat dan Bahan
  1. Kantung teh
  2. Gunting
  3. Korek api
  4. Piring yang tidak mudah terbakar sebagai alas.

Langkah Pembuatan
  1. Lakukan ekseprimen ini jauh dari tirai atau apa pun yang mudah terbakar.
  2. Potong bagian atas kantung teh.
    Keluarkan daun teh dari kantungnya, simpan di piring biar tidak berantakan. 
  3. Bukalah kantong teh sehingga membentuk silinder.
  4. Bakar bagian atas kantung dengan korek, kemudian lihat hasilnya. Setelah terbakar, kantung teh akan terbang ke atas.

Penjelasan
Udara panas naik! Kamu menciptakan arus konveksi udara bergerak ke dalam ke arah kantong teh terbakar dan naik sebagai kolom udara panas. Roket hanya bisa naik setelah kantong teh menjadi lebih ringan (asap memiliki massa juga). Siapapun yang telah melihat balon udara panas cukup menyadari prinsip dasar ini. Bagi yang kurang paham, bisa melihat video pembuatan roket kantung teh disini.
 

Jumat, 03 Januari 2014

Percobaan Fisika Asyik: Roket Korek Api

Bagi sahabat yang ingin membuat eksperimen roket sederhana, mungkin dapat mencoba membuat roket korek api mini berikut. Selain alat dan bahannya mudah didapat, cara pembuatannya pun sangat sederhana sekali, tapi tidak kalah asyik dengan roket air maupun roket cuka.

Alat dan Bahan
  1. Korek api batangan
  2. Alumunium foil (biasanya suka ada di dalam bungkus rokok)

Langkah Pembuatan
  1. Pisahkan alumunium foil dari bungkus rokok.
  2. Ambil dua batang korek api kemudian posisikan pentul korek lurus saling berhadapan.
  3. Lapisi korek api tersebut dengan alumunium foil kemudian digulung, bagian alumunium foil yang berwarna (perak/emas) diluar, kemudian rekatkan ujung-unjungnya. Pada bagian ini sangat menentukan roket bisa meluncur dengan lancar atau tidak, jadi lakukan dengan rapi dan teliti ya.
  4. Tancapkan roket korek api di tanah atau dijepit oleh batu bata.
  5. Bakar bagian tengah alumunium foil, kemudia lihat hasilnya si roket akan terbang tinggi menuju angkasa.

Penjelasan
Korek api yang di tengah it bila di bakar akan ikut terbakar ketika kita membakar alumunium foilnya. Hal itu akan menghasilkan gas panas yg mengalir dengan tekanan tinggi ke bagian belakang seperti roket asli. 

Kamis, 02 Januari 2014

Percobaan Fisika Asyik: Ranjau Cuka

Dengan sedikit perubahan, roket cuka dapat dimodifikasi menjadi ranjau cuka. Kreatif banget kakak-kakak kita penulis di 102 FM ITB ini ya. Caranya, masukkan cuka dengan konsentrasi agak tinggi dalam air setengah botol dan soda kue 2-3 sendok makan. Pasang sekrup gantungan pada sisi gabus yang masuk ke dalam botol, atau apapun untuk menahan gumpalan tisu pada gabus sehingga tidak jatuh ke cairan. Pasang gabus. Taruh botol dalam posisi tegak sehingga gumpalan tisu menggantung pada gabus, siap bereaksi jika ada yang membalik botolnya. Untuk mengundang perhatian korban, pasang tulisan seperti ini.


Untuk alat dan bahan, sahabat dapat lihat di percobaan fisika asyik: roket cuka disini. Selamat mencoba.

Rabu, 01 Januari 2014

Percobaan Fisika Asyik: Roket Cuka

Dengan peralatan sederhana, roket cuka ini dapat terbang setinggi 20 meter. Bagi sahabat yang ingin membuat sebuah roket berbahan dasar sangat sederhana mungkin dapat mencoba roket cuka ini. Walaupun tidak sebagus roket air, namun patut dicoba karena asyik dan menyenangkan. Yuk langsung saja kita buat.
 
Alat dan Bahan
  1. Botol plastik 600 ml, bisa lebih atau kurang
  2. Cuka makan atau cuka 95% dari toko kimia
  3. Soda kue. Bukan baking powder, tapi baking soda. Ini berarti NaHCO3 (natrium bikarbonat)
  4. Sumbat yang dapat menutup mulut botol dengan kuat, misalnya gabus atau tutup rol film
  5. Tisu
  6. Banyak air untuk membilas tumpahan cuka
 
Langkah Pembuatan
  1. Untuk membuat roket cuka, pertama-tama diasumsikan botolnya bervolume 600 ml dan cukanya 95%. Ambil 50 ml cuka, encerkan sampai 200 ml, masukkan dalam botol. Ambil soda kue satu sendok makan, bungkus tisu satu atau dua lapis. Yang penting bisa dipegang dan air tetap bisa merembes. Pegang botol miring 70 derajat dari tegak, masukkan gumpalan tisu bersoda kue, lalu langsung tutup dengan sumbat. Kocok botol lalu langsung taruh dengan mulutnya di bawah. (Asumsi: botolnya bisa ditaruh dengan stabil pada posisi ini)
  2. Jika bahannya cukup, seharusnya timbul gelembung gas pada tahap ini. Jika menggunakan cuka makan, tentunya gunakan lebih banyak dan jangan diencerkan. Selanjutnya tinggal menunggu tekanan gas di dalamnya cukup besar sehingga sumbat tidak kuat menahan, dan roketnya meluncur. Kalau sudah 1 menit dan tidak terjadi apa-apa, coba dikocok lagi. Biasanya roketnya akan meluncur di tangan.

Apa yang terjadi?
Reaksi: soda kue + asam cuka → asam karbonat + garam natrium asetat
Asam karbonat (H2CO3) tidak bisa ada dalam konsentrasi besar, karena ada reaksi kesetimbangan
 
Reaksi: Asam karbonat ↔ karbon dioksida + air
Jadi, timbul gas karbon dioksida. Jumlahnya bisa dihitung. Tekanannya juga. Ini mengingatkan akan apa yang terjadi jika tablet effervescent dilarutkan dalam air. Reaksi yang terjadi mirip. Sebenarnya, cuka dan soda kue bisa diganti dengan beberapa tablet seperti ini. Asal jumlah dan uangnya cukup, gas yang dihasilkan juga cukup untuk melontarkan roket.

Untuk percobaan lebih lanjut, volume air, jumlah cuka dan soda kue dapat diubah-ubah. Cuka bisa diganti asam lain seperti HCl atau asam sulfat, tentunya dengan jumlah yang tepat, tapi soda kue tidak bisa diganti dengan soda lain.

Selasa, 31 Desember 2013

Video Eksperimen Asyik: Roket Air

Video pembuatan sistem penjepit pada peluncur


Video pembuatan roket


Video uji coba di lapangan


Bagi sahabat yang ingin mencobanya semoga berhasil ya, untuk melihat cara pembuatannya secara tertulis dapat dilihat disini.

Senin, 30 Desember 2013

Percobaan Fisika Asyik: Roket Air Sederhana

Cara membuat roket air ini dikembangkan oleh beberapa teman kita (referensi) dan telah diuji coba. Bagi sahabat yang tertarik dapat mencobanya di rumah.

Alat dan Bahan
  1. Pipa paralon ukuran 1/2″(biasanya untuk instalasi pipa air di rumah)
  2. Selang ukuran paling kecil (selang untuk bensin)
  3. Sambungan pipa persiapkan yg bentuknya T dan juga L seperti pada gambar
  4. Botol air mineral yang besar maupun yang kecil
  5. Lem, gunting, isolasi bolak balik, kardus bekas, lakban hitam
  6. Pemberat (bisa menggunakan batu, kelereng, atau pun mur baut)

Langkah Pembuatan
1. Pasang pipa-pipa tersebut sampai membentuk seperti yang ada didalam gambar.

 
Untuk menyambung pipa-pipa jangan lupa gunakan lem pipa agar lebih kuat disetiap sambungan baik itu sambungan yang berbentuk T dan juga yang berbentuk L,  lalu bor bagian tengah sambungan pipa yang berbentuk T untuk dimasukan selang kedalam pipa, dan ingat masukan selang sampai ke ujung atas pipa dan ingat ukuran lubang bor diusahakan pas dengan ukuran selang, kemudian agar udara yang dipompa tidak bocor kedalam pipa berilah isolasi pada ujung pipa yang dimasuki oleh selang tetapi harus diingat selang agak keluar sedikit dari pipa.

2. Siapkan sistem peluncur


Lihat pada gambar itu hanya terdiri dari 8 buah kabel teast (kabel teast itu merupakan penjepit yang jika sudah dimasukan tidak dapat dibuka lagi biasanya untuk di selebor sepeda) lalu kabel teast digabungkan menjadi satu dan diberi lakban hitam, nah kabel teast ini lah nanti yang digunakan untuk menjepit mulut botol seperti pada gambar.
Kemudian pipa digelembungkan dengan menggunakan api tapi hati-hati jangan sampai rusak, sehingga pipa akan menggelembung dan berfungsi sebagai penahan botol air mineral nanti, sehingga ketika dipompakan udara tidak akan keluar dari dalam botol.


Setelah itu gabungkan kabel teast tadi dengan pipa yang sudah digelembungkan seperti pada gambar ini.


3. Membuat roket
Siapkan botol dan bentuk sesuai dengan gambar berikut beri sayap dan juga kepala yang lancip berbentuk kerucut dan jangan lupa diberi pemberat di dalamnya.


Setelah selesai semua siapkan pompa sepeda dan seember air lalu kita siap untuk luncurkan ingat pada proses peluncuran jumlah banyak sedikitnya air mempengaruhi ketinggian roket oleh karena itu cobalah sendiri berkali-kali nanti juga kamu akan menemukan takaran yang pas.

Untuk lebih lengkapnya, sahabat dapat melihat video pembuatannya disini.
 

Minggu, 29 Desember 2013

Termometer - Galileo Galilei

Termometer Galileo (atau termometer Galilea), dinamai fisikawan Italia, Galileo Galilei, adalah termometer yang terbuat dari gelas silinder tertutup berisi cairan bening dan serangkaian benda yang kerapatannya sedemikian rupa sehingga mereka naik atau turun sesuai perubahan suhu.

Di dalam cairan digantungkan sejumlah beban. Umumnya beban tersebut dilekatkan pada bola kaca tersegel yang berisi cairan berwarna untuk efek estetika. Saat suhu berubah, kerapatan cairan di dalam silinder turut berubah yang menyebabkan bola kaca bergerak timbul atau tenggelam untuk mencapai posisi di mana kerapatannya sama dengan cairan sekelilingnya atau terhenti oleh bola kaca lainnya. Bila perbedaan kerapatan bola kaca sangat kecil dan terurutkan sedemikian rupa sehingga yang kurang rapat berada di atas dan yang terapat berada di bawah, hal tersebut dapat membentuk suatu skala suhu.

Suhu dibaca dari ukiran piringan logam di setiap bola kaca. Biasanya sebuah celah memisahkan bola kaca atas dengan bola kaca bawah, berarti nilai suhu berada di antara kedua nilai label baca di setiap sisi celah. Bila bola kaca melayang-layang di celah, berarti nilai label baca mendekati suhu lingkungan.

Untuk mencapai keakuratan yang sesuai, toleransi beban harus dibuat kurang dari 1/1000 per satu gram (1 miligram).

Termometer Galilea bekerja dengan prinsip daya apung. Daya apung sendiri menentukan apakah suatu benda mengapung atau tenggelam dalam cairan, serta memberi penjelasan mengapa perahu yang terbuat dari baja bisa mengapung (sementara batangan baja padat dengan sendirinya akan tenggelam).

Satu-satunya faktor yang menentukan apakah suatu objek besar naik atau turun dalam suatu cairan tertentu, berkaitan dengan kerapatan objek terhadap kerapatan cairan di mana ia ditempatkan. Jika massa benda lebih besar dari massa cairan pengisi, objek tersebut akan tenggelam. Jika massa benda kurang dari massa cairan pengisi, objek tersebut akan mengapung.